Siapa yang tak kenal rendang?
Makanan pedas khas Sumatera Barat ini sudah mendunia karena pernah dinobatkan
CNNgo sebagai salah satu makanan terenak di dunia. Semakin lama dimasak dengan
api kecil maka warnanya semakin hitam kecoklatan dan bumbunya hampir kering
meresap sehingga rasanya semakin lezat. Itu kalau kita membuat/ masak sendiri.
Kalau ingin beli jadi dan tinggal menyantapnya, banyak pilihan restoran atau
toko online.
Nah, agar kita semakin mencintai
Rendang sebagai kebanggaan nasional maka saya akan sampaikan beberapa
fakta penting tentang rendang.
1.
Rendang adalah masakan yang mampu
bertahan hingga 3 bulan tanpa perlu dipanaskan namun takkan mengubah rasa dan
aromanya;
2.
Semakin lama disimpan maka rasanya
semakin lezat;
3.
Bersama Nasi Goreng, Rendang adalah
salah satu masakan terlezat versi CNNgo yang berasal dari Indonesia;
4.
Rendang dulunya hanya dapat
disajikan bagi kalangan pembesar kerajaan dan bangsawan; santan
yang digunakan untuk memasak rendang harus berasal dari kelapa tua karena
mengandung banyak lemak, sehingga menghasilkan rasa yang gurih;
5.
Rendang sangat populer di
mancanegara, mulai asia hingga eropa. Di tiap festival kuliner internasional
dimana Indonesia berpartisipasi, pengunjung pasti penasaran tentang rendang;
6.
Rendang sangat filosofis perlambang
Niniak Mamak (daging sapi), Cadiak Pandai (karambia/ kelapa), Alim Ulama (lado/
cabai) dan masyarakat (bumbu);
7.
Masakan ini sudah mendunia sejak
kerajaan Adityawarman, sekitar abad ke-8;
8.
Rendang berasal dari daerah pegunungan, yaitu
Pariangan – Padang, Sumatera Barat. Dari sinilah kegurihan dan keharuman
rendang berasal;
9.
Selain tahan lama, rendang juga terkenal
bercitarasa pedas. Namun, saat sampai di lidah rasa pedasnya akan hilang;
10.
Untuk membuat daging rendang matang sempurna
sebaiknya dimasak menggunakan api yang berasal dari kayu bakar;
11.
Proses pengolahan rendang yang utama adalah
pengadukan santan yang terus-menerus agar tidak pecah sehingga menghasilkazn
kegurihan maksimal;
12.
Rendang memang makanan asli
Indonesia asal Minangkabau. Tapi, cita rasanya banyak dipengaruhi India;
13.
Awalnya rendang dibuat untuk
memenuhi kebutuhan para perantau Minang yang perlu makanan tahan lama untuk
dibawa selama berbulan-bulan;
Kandungan
Bahan dan Cara Memasak
Rendang
adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya. Selain bahan dasar
daging, rendang menggunakan santan kelapa(karambia),
dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih,bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang
adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh
bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih,
bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang
kuat. Tidak mengherankan jika
rendang dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu.
Proses
memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar
empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran. Potongan daging dimasak bersama bumbu
dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan
bumbu terserap daging. Setelah
mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan
menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditunggui, senantiasa
dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap
sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak ini
dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah 'karamelisasi'. Karena
menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks
dan unik.
Makna dan Budaya
Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang
Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan
keutuhan masyarakat Minang, yaitu:
1.
Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari "Niniak
Mamak" (para pemimpin Suku adat)
2.
Karambia (kelapa), merupakan lambang "Cadiak Pandai"
(kaum Intelektual)
3.
Lado (cabai), merupakan lambang "Alim Ulama" yang
pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
4.
Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat
Minangkabau.
Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib
disajikan dalam setiap perhelatan istimewa, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu
kehormatan.
Dalam tradisi Melayu, baik di Riau, Jambi, Medan atau Semenanjung Malaya, rendang adalah hidangan istimewa yang dihidangkan
dalam kendurikhitanan, ulang tahun, pernikahan, barzanji, atau
perhelatan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban.
Sejarah
Asal-usul rendang ditelusuri
berasal dari Sumatera, khususnya Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang
sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang dihidangkan dalam
berbagai acara adat dan hidangan keseharian. Sebagai masakan tradisi, rendang
diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Kemudian
seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai
dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang
banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Karena itulah rendang dikenal luas
baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya.
Sejarawan Universitas Andalas, Prof. Gusti Asnan menduga, rendang telah menjadi masakan yang
tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk
berdagang pada awal abad ke-16. Karena perjalanan melewati sungai dan memakan
waktu lama, rendang mungkin menjadi pilihan tepat saat itu sebagai bekal. Hal ini karena rendang kering sangat awet, tahan disimpan
hingga berbulan lamanya, sehingga tepat dijadikan bekal kala merantau atau
dalam perjalanan niaga.
Rendang juga disebut dalam
kesusastraan Melayu klasik seperti Hikayat
Amir Hamzah yang membuktikan bahwa rendang
sudah dikenal dalam seni masakan Melayu sejak 1550-an (pertengahan abad ke-16).
Rendang kian termahsyur dan
tersebar luas jauh melampaui wilayah aslinya berkat budaya merantau suku Minangkabau. Orang Minang yang pergi merantau
selain bekerja sebagai pegawai atau berniaga, banyak di antara mereka
berwirausaha membuka Rumah Makan Padang di seantero Nusantara, bahkan meluas ke negara tetangga
hingga Eropa dan Amerika. Rumah makan inilah yang memperkenalkan rendang serta
hidangan Minangkabau lainnya secara meluas.
Jenis
Dalam memasak daging berbumbu
dalam kuah santan, jika ditinjau dari kandungan cairan santan, sebenarnya terdapat tiga tingkat tahapan, mulai dari
yang terbasah berkuah hingga yang terkering: Gulai — Kalio — Rendang. Dari pengertian ini rendang sejati adalah rendang yang
paling rendah kandungan cairannya. Akan tetapi secara umum dikenal ada dua
macam jenis rendang: rendang kering dan basah.
Rendang
kering
Rendang kering adalah rendang
sejati dalam tradisi memasak Minang. Rendang ini dimasak dalam waktu berjam-jam
lamanya hingga santan mengering dan bumbu terserap sempurna. Rendang kering
dihidangkan untuk perhelatan istimewa, seperti upacara adat, kenduri, atau
menyambut tamu kehormatan. Rendang kering biasanya berwarna lebih gelap agak
coklat kehitaman. Jika dimasak dengan tepat, rendang kering dapat tahan
disimpan dalam suhu ruangan selama tiga sampai empat minggu, bahkan dapat bertahan hingga lebih dari sebulan jika disimpan
di kulkas, dan enam bulan jika dibekukan Beberapa kalangan berpendapat bahwa citarasa rendang asli
Minang adalah yang paling lezat dan tiada dua — jauh berbeda dengan rendang di
sejumlah kawasan Melayu lainnya.
Rendang
basah atau Kalio
Rendang basah, atau lebih tepatnya
disebut kalio, adalah
rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat, santan belum begitu
mengering sempurna, dan dalam suhu ruangan hanya dapat bertahan dalam waktu
kurang dari satu minggu. Rendang basah berwarna coklat terang keemasan dan
lebih pucat.
Rendang juga dikenal di negara
tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
Rendang yang ditemukan di Malaysia lebih mirip kalio, berwarna lebih pucat dan
basah dengan citarasa yang tidak begitu kuat. Rendang Malaysia yang disebut
rendang kelantan dan rendang negeri sembilan memiliki perbedaan dengan rendang
Indonesia. Proses memasak rendang di Malaysia, lebih singkat dan melakukan
pengentalan bumbu dengan dicampur kerisik (kelapa parut yang
disangrai), bukan dengan proses
pemasakan dengan api kecil dalam waktu yang lama. Karena keterkaitan sejarah
melalui kolonialisasi, rendang juga dapat ditemukan di Belanda,
juga dalam bentuk kalio, tetapi umumnya disajikan sebagai salah satu bagian
dari lauk-pauk Rijsttafel.
Variasi
Rendang umumnya menggunakan daging sapi, tetapi dikenal pula
berbagai jenis bahan daging lainnya yang dimasak sesuai bumbu dan cara membuat
rendang. Variasi rendang antara lain
1.
Rendang daging (Randang dagiang): rendang daging sapi, kerbau,
kambing atau domba. Adalah jenis rendang yang paling lazim ditemukan.
2.
Rendang ayam: Rendang yang terbuat dari daging ayam
3.
Rendang bebek (Randang itiak): Rendang yang terbuat dari
daging bebek
4.
Rendang hati: Rendang yang terbuat dari hati sapi
5.
Rendang telur (Randang talua): Rendang yang terbuat dari
telur ayam, khas Payakumbuh
6.
Rendang paru: Rendang yang terbuat dari paru-paru sapi, khas Payakumbuh
7.
Rendang ikan tongkol: Rendang yang terbuat dari ikan tongkol


Posting Komentar